
=> Liputan6.com
Koranid99 Finance : Indonesia - Rupiah diperkirakan terus mengalami pelemahan
hingga pertengahan tahun 2014 mendatang. Hal ini dipengaruhi penyelenggaraan
Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden pada tahun depan.
Ekonom Senior Standard Chartered, Fauzi Ichsan
mengatakan, rupiah akan terus mengalami pelemahan ke arah Rp 12.500 pada
semester pertama. Namun akan segera membaik usai Pemilu.
"Semester pertama rupiah akan melemah ke
arah Rp 12.500 karena tekanan dari tapering quantitative easing, kemudian akan ada
pemilu juga. Di semester kedua setelah pemilu, baru rupiah menguat ke Rp 11.400
pada triwulan akhir. Ini artinya suku bunga akan terus naik," ujarnya di
Hotel Intercontinental, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2013).
Menurut Fauzi, perbaikan neraca perdagangan
serta memperbaiki posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga akhir
tahun ini hanya akan tergantung pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank
Indonesia (BI) dengan kebijakan kontraksi fiskal dan pengetatan moneter.
"Pada masa Suharto, kontraksi fiskal
bisa dilakukan dengan membatalkan proyek-proyek besar dan menaikan harga BBM,
tetapi sekarang hal itu tidak bisa karena mau pemilu, sehingga sekarang
diserahkan ke BI," lanjutnya.
Selain itu, dia memprediksi pertumbuhan
ekonomi pada tahun depan akan mencapai 5,8% karena dibantu oleh stimulus oleh
pemilu. Namun tingkat inflasi akan menurun karena kemungkinan pemerintah tidak
akan menaikan harga BBM. Defisit neraca berjalan juga diperkirakan mengalami
menurunan dari US$ 3,2 miliar dolar menjadi US$ 2,8 miliar.
Fauzi juga menilai pertumbuhan ekonomi pada
tiga tahun ke depan tidak akan setinggi tiga tahun terakhir.
"Jadi siapapun yang akan menjadi
Presiden pada tahun depan, dia harus mengeluarkan kebijakan pro investor karena
kita tidak punya pilihan lain kecuali Indonesia surplus pada neraca
berjalan," jelasnya.
(Ad)
